World Tourism Day 2022: Rethinking Tourism. Jelajahi Makassar Kota Wisata Bahari dan Kuliner nan Bersejarah

sumber

Setiap tahunnya, ada satu hari yang diperingati sebagai hari pariwisata sedunia atau World Tourism Day. World Tourism Day sendiri telah diperingati setiap tahunnya setiap tanggal 27 September sejak tahun 1980.

Istimewanya, tahun 2022, peringatan ini terasa lebih istimewa karena untuk pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah.

Nah, membahas soal pariwisata, tak ada salahnya kita mengulas tentang Kota Makassar yang seakan tidak ada habisnya diperbincangkan, terutama jika kita membahas soal pariwisatanya yang menawarkan sejuta pesona.

Makassar sendiri merupakan ibu kota Provinsi  Sulawesi Selatan sekaligus menjadi kota terbesar di kawasan timur Indonesia. Sebagai kota besar, bandara di Makassar pun terbilang cukup sibuk karena menjadi penghubung Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan di bagian barat, dengan Sulawesi, Maluku, dan Papua di bagian timur.

Kota ini menjadi surga wisata dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Tak hanya bagi wisatawan lokal, namun turis mancanegara juga selalu menjadikan Makassar sebagai tujuan berlibur mereka.

Oleh karena itu, tak ada salahnya menjadikan Kota Makassar sebagai tujuan liburan Anda. Ada banyak alasan yang membuat Makassar layak untuk Anda kunjungi. Seperti panorama laut, wisata sejarah dan sajian kulinernya yang menggugah selera.

Memiliki luas wilayah 175.77 km2, dengan luas perairan sekira 100 km2, di sepanjang Selat Makassar membentang 11 pulau atau disebut juga gugusan pulau spermonde yang jika dilihat dari udara, bentuknya menyerupai sperma.

Di antara 11 pulau di Makassar, 10 diantaranya adalah pulau berpenghuni diantaranya Pulau Lae – Lae, Samalona,  Kodingareng, Barrang Lompo, Barrang Caddi, Bone Tambung, Lumu – lumu, Langkai, dan Lanjukang.

Sumber daya hayati yang khas dimiliki pulau-pulau di Makassar menjadi magnet bagi wisatawan. Potensi terumbu karang, hamparan pasir putih, air laut dengan warna hijau kebiruan, padang lamun, dan ikan herbivora menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Itu semua dapat dinikmati dengan berjalan di sepanjang bibir pantai, bersantai di hammock ditemani semilir angin, menyelam ataupun snorkling.

Selain menjadi surga bagi pelancong yang gemar akan laut, jika berkunjung ke Kota Makassar jangan terkejut, ya. Sebab kota yang dulunya bernama Ujung Pandang cukup ramai karena merupakan rumah bagi beragam suku. Apabila ingin melihat tempat-tempat menarik, dapat mengunjungi situs sejarah, berjalan-jalan menyusuri jalan setapak menuju pantai, menikmati suguhan kuliner yang menggoyang lidah, dan mengunjungi beberapa landmark arsitektur Makassar yang terkenal seperti Fort Rotterdam. Bangunan benteng ini menyimpan cerita sejarah Kota Makassar dan sudah berdiri sejak abad ke-17 pada masa pemerintahan Kesultanan Gowa. 

Yang ingin menikmati keindahan pemandangan sunset di tepian pantai, dapat mengunjungi Pantai Losari. Pantai ini biasanya ramai sejak sore atau sesaat sebelum matahari terbenam di ujung lautan. Sembari duduk bersantai, Anda bisa mencicipi camilan khas lokal, seperti pisang epe yang terbuat dari bahan dasar pisang dan coklat atau es pisang ijo yang melegenda. Sajian kuliner ini terbuat dari pisang yang dibungkus adonan berwarna hijau, es serut, sedikit sirup dan susu kental manis. (*)

Dinas Pariwisata Kota Makassar

Jalan Urip Sumoharjo, Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231

Find Our Social Media

Copyrights @2022 Dinas Pariwisata Kota Makassar | All Rights Reserved